Mengenai Saya

Foto saya
Nama lengkapku Ida Forentina. Orang biasa memanggilku Ida. Aku lahir di Semarang pada tanggal 12 Oktober 1996 dengan normal alhamdulillah. Untuk kepribadianku sendiri, aku adalah seseorang yang suka berkreasi dan berinovasi. Aku suka mencoba hal-hal baru tapi cepat sekali merasa bosan. Aku orang yang selalu ingin hal yang terbaik di setiap pekerjaan yang aku lakukan.

Butterfly The Art of Transformation

Karya Desain Grafis (Tipografi) Mata Kuliah Media Grafis.

Merajut Asa di Usia Senja

Karya Desain Grafis (Teknik Blur, and Coloring) Mata Kuliah Media Grafis

Penari Bali

Karya Desain Grafis (Manipulasi foto: Efek Coloring Photoshop)Mata Kuliah Desain Grafis

Kalendar 2016 (Happy New Year and Be Good)

Karya Desain Grafis (Menbuat Desain Kalender) Mata Kuliah Media Grafis

Florenpicture Character Design

Karya Desain Grafis (Menggambar Digital (Gambar Kartun) dengan Adobe Photoshop) Mata Kuliah Media Grafis

Kamis, 14 Januari 2016

Makalah Kewirausahaan (Succses Story : Bob Sadino, Nadiem Makarim (Gojek), Bill Gates)



 
 
MAKALAH KEWIRAUSAHAAN
KISAH SUKSES WIRAUSAHAWAN
 
 
Disusun oleh :
Ida Forentina                                   (1102414051)
Wawan Setiyawan                           (1102414060)
Muhammad Habiiburrohman        (1102414069)
Septi Pipit Wiryanti                         (1102414074)
 
 
 
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015
KATA PENGANTAR
 
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah serta inayah-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan, dengan judul “Kisah Sukses Wirausahawan.
Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para mahasiswa untuk mengetahui tentang bagaimana peluang usaha dalam berwirausaha. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata kami sampaikan terimakasih pada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita.
 

Studi Kasus Kerusakan Lingkungan (Mata Kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup)


Kerusakan Lingkungan akibat Aktivitas Pabrik PT RAJA BESI Semarang: Kasus Pencemaran Air Sungai Kaligarang dan Pencemaran Udara

 

            Pada proses produksi industri peleburan besi dan baja menghasilkan limbah yang dapat menurunkan kualitas lingkungan disekitar kawasan industri maupun di sekitar industri dan dapat merugikan masyarakat yang tinggal disekitarnya. Limbah yang dihasilkan industri peleburan besi dan baja berupa udara yang melewati batas normal yang dikeluarkan melalui cerobong industri, limbah yang dikeluarkan berupa udara dan biasa sering disebut dengan pencemaran udara. Pencemaran udara yang ditimbulkan oleh kegiatan industri bukan hanya mengeluarkan asap kotor tetapi juga beracun karena mengandung bahan kimia, sehingga dapat merubah struktur atmosfir bumi. Hal ini ditandai dengan meningkatnya suhu di bumi dan dapat menimbulkan penyakit pada manusia terutama yang tinggal di sekitar kawasan industri. Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri bila menghirup udara dalam jangka panjang dapat menimbulkan penyakit pernapasan yang fatal dan dapat merusak paru-paru. Dalam hal ini ada salah satu kasus yaitu pencemaran udara dan air akibat aktivitas pabrik Raja Besi di Semarang.

            PT RAJA BESI merupakan industri peleburan besi dan baja dengan menghasilkan produk berupa baja mineral, baja lembaran panas, baja lembaran dingin, baja batang kawat, dan sebagainya yang berlokasi di Jl. Setiabudi No. 117 Semarang, Srondol Kulon, Banyumanik Semarang. Di kawasan ini memang berdiri beberapa industri besar lainnya seperti PT Kubota, PT Jamu Jago, dan PT Fumira. Namun keberadaan PT Raja besi tersebut menimbulkan pencemaran lingkungan akibat dari asap pabrik dari cerobong asap yang muncul setiap menjelang subuh, siang sekitar pukul 14.00, dan sebelum magrib ini hingga warga menghirup bau tak sedap dari residu proses batu bara yang digunakan untuk mengolah besi. Bahkan beberapa rumah warga di RT 1/RW 1, Srondol Kulon berada tepat di belakang pabrik hanya berjarak 50 meter sehingga sangat merasakan dampak dari aktivitas pabrik Raja Besi tersebut. Selain meningkatnya suhu udara dan pencemaran udara tersebut pastinya warga juga terganggu oleh aktivitas pabrik saat produksi besi karena menimbulkan suara bising dari mesin-mesin dalam pabrik. Keberadaan pabrik Raja Besi juga menyumbangkan pencemaran air terutama air sungai kaligarang akibat limbah pabrik ada yang dibuang ke sungai kaligarang.

            Asap pabrik dari cerobong asap sangat bahaya bagi kesehatan warga di sekitar. Kandungan yang terdapat dalam asap diantaranya sejumlah senyawa yang sangat berbahaya, seperti Timbal (Pb), CO (karbon monoksida), Karbon monoksida ialah gas yang tidak berbau dan tidak berwarna serta lebih mudah bercantum dengan hemoglobin darah berbanding oksigen. Karbon monoksida juga merusakkan dinding arteri dan dengan itu, mendorong berlakunya penyakit jantung dan pastinya gangguan pernapasan di paru-paru dan masih banyak lagi zat lain yang berbahaya. Kemudian dampak suara yang ditimbulkan oleh mesin-mesin yang beroperasi dalam pabrik pun menimbulkan kebisingan. Suara yang bising dan berlangsung dalam waktu yang relatif lama dapat mengakibatkan gangguan kesehatan seperti kerusakan saraf pendengaran, tili, stress, sulit tidur dan ketegangan jiwa. Kebisingan diatas 50 dB sudah dapat dianggap kebisingan yang perlu mendapatkan perhatian, karena sudah menggangu kenyamanan pendengaran.

            Solusi masalah ini memang kita sebagai warga masyarakat yang dapat kita lakukakan adalah bekerjasama dengan perangkat desa seperti pihak kelurahan untuk bertindak melakukan teguran ke pihak pabrik agar menurunkan kadar polusi udara ataupun kita dapat langsung melapor ke PT Raja Besi langsung untuk bertanggung jawab. Memang kita sebagai masyarakat yang tidak punya wewenang mengatur pabrik-pabrik, selain menanam pohon di lingkungan sekitar ataupun rajin olahraga di pagi hari demi kesehatan. Kita hanya bisa berharap kepada pemerintah untuk mengurus dan mengatur sarana-prasarana yang menjadi sumber pencemar udara. Pemerintah kita faktanya memang sudah mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk menangani masalah pencemaran udara. Selanjutnya juga pemerintah harus menegecek apakah pabrik Raja Besi memiliki dokumen Analisis mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan juga surat izin hak usaha.

            Untuk limbah pabrik yang dihasilkan seharusnya pihak perusahaan atau pabrik lebih memberlakukan bahan-bahan yang berpotensi menghasilkan  limbah non ekonomis dengan meminimalisasi penggunaannya atau memberikan zat yang mampu menetralisasi munculnya limbah yang melimpah ruah agar tidak mencemari sungai yang mengakibatkan pencemaran air. Selain itu, kesadaran manusia untuk menanggulangi limbah hasil industry sangat penting. Para pemilik serta pengolah industry adalah pihak pertama yang seharusnya memiliki kesadaran tersebut tanpa kesadaran dari mereka limbah hasil industri tidak akan berkurang begitu saja. Berbagai tindakan dan upaya perlu dilakukan agar pabrik-pabrik di Negara kita  bisa menghasilkan produk yang berkualitas tinggi tanpa menimbulkan limbah yang berbahaya bagi masyarakat serta lingkungan sekitar. Tetapi upaya pemerintah saat ini masih kurang, sehingga masih banyak pemilik industry melakukan pembuangan limbah sewenang-wenang. Oleh karena itu, pemilik industry bisa dengan segera melakukan penaggulangan limbah dengan benar mulai dari sekarang.

 


Gambar Cerobong Asap Pabrik Raja Besi
 
 
 



 

Gambar Pencemarang Air Akibat Limbah Pabrik Raja Besi





Selasa, 05 Januari 2016

Gallery

Jumat, 18 Desember 2015

Mengunjungi Museum Mandala Bhakti Semarang


Refleksi Kunjungan ke Museum Mandala Bhakti Semarang

 

Museum Mandala Bhakti Semarang yang terletak di Jalan Sugiyopranoto No 1, Kota Semarang ini, menyimpan bukti perjuangan TNI merebut kemerdekaan dari tangan penjajah serta peran serta TNI dalam misi perdamaian dunia. Saat saya mengunjungi dan melihat koleksi di museum ini, maka rasa cinta saya akan tanah air dan bangsa semakin tambah kuat dan pastinya sangat kagum terhadap perjuangan TNI dahulu. Dan menjadikan sebuah wawasan dimana kita menjadi tahu dan tertarik akan pembelaan negara. Satu lagi yang menyenangkan selain memperoleh pengetahuan dan mempelajari sejarah, saya juga bisa berfoto-foto mengabadikan gambar di sejumlah item senjata berat seperti Panser, Meriam, kendaraan perang dan senjata berat yang ada.

Di Museum Mandala Bhakti ini sendiri memiliki masing-masing koleksi berupa data, dokumentasi, benda-benda bersejarah yang ditempatkan di beberapa ruangan. Di ruangan Jatmu (senjata dan amunisi) misalnya, tersimpan berbagai senjata untuk mempertahankan dan menjaga keamanan Indonesia seperti bambu runcing, keris, rencong, tombak, busur, sampai senjata modern seperti pistol, senjata mesin berat, dan senjata pelontar. Di ruang lain, di ruang Gamad (Seragam Angkatan Darat), dipajang beragam pakaian dan seragam asli yang dipakai dulu dan diawetkan sebagai bukti sejarah dari mulai pakaian bahan dari goni, seragam PETA (Pembela Tanah Air), Heiho (pasukan bentukan Jepang yang berisi warga Indonesia di masa Perang Dunia II), BKR (Badan Keamanan Rakyat), TKR (Tentara Keamanan Rakyat), TNI, seragam tentara asing, juga pakaian dinas polisi militer dan Kowad.

Selanjutnya di ruang Peristiwa, dimana tersimpan catatan sejarah berbagai peristiwa perjuangan di tanah air. Diantaranya, Pertempuran Lima Hari di Semarang, Serangan Umum Surakarta, Pertempuran di Magelang, dan pertempuran di kota lain. Di bagian lain museum, terdapat ruang Pelestarian Ruang Kerja Pangdam. Ruangan ini digunakan sebagai ruang Panglima Kodam (Pangdam) dari waktu ke waktu. Ada lagi ruang Satsikmil (satuan musik militer) yang berisi alat musik yang digunakan militer. Terdapat juga ruangan yang menarik bagi saya yaitu ruangan Laswi atau Laskar Wanita Indonesia. Ruangan ini berisi barang-barang yang menggambarkan bagaimana laskar wanita melawan penjajah dalam perjuangan Indonesia. Kemudian terdapat ruangan yang tidak kalah penting, yaitu ruang Unit Dapur Umum. Dimana dalam ruangan ini digambarkan dapur umum pada masa penjajahan dulu. Peralatan memasak yang digunakan masih berupa tungku. Sementara di ruang Cacat Veteran, tersimpan alat-alat kesehatan yang pernah digunakan veteran yang mengalami cacat akibat membela negara.

Gedung museum sendiri memang terlihat megah. Gedung dengan dua lantai itu dibangun Belanda sekitar tahun 1906. Awalnya, berfungsi sebagai Pengadilan Tinggi Belanda. Kemudian Pasca-kemerdekaan RI, digunakan sebagai Markas Besar Komando Wilayah Pertahanan II Kodam IV/Diponegoro. Resmi menjadi museum perjuangan Mandala Bhakti Semarang yang dibuka untuk umum tahun 1987. Namun meskipun bangunan Museum Mandala Bhakti ini sudah tua tapi bangunan dan isi museunnya masih terawat dengan baik, sehingga tidak ada kesan kumuh. Menariknya lagi selain kita belajar sejarah dan nilai-nilai sejarah, dari jendela Museum Mandala Bhakti, saya bisa melihat pemandangan diseputar Tugu Muda. Di seberangnya masih berdiri kokoh gedung perusahaan kereta api masa Hindia Belanda yang kini lebih dikenal dengan Lawang Sewu. Dibagian lain akan terlihat gedung Pandanaran yang saat ini digunakan oleh Pemerintah Kota Semarang. Maka dari itu ada baiknya kita sesekali mengunjungi tempat bersejarah seperti museum untuk mengetahui bagaimana perjuangan para pejuang dalam merebut kemerdekaan dan membela negara ini karna bangsa yang besar itu adalah bangsa yang menghargai pahlawanya. Dan kita jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Dari sini saya sadar bahwa saya sebagai generasi penerus bangsa juga harus ikut berperan dalam membela negara kita sesuai dengan peran kita.